Kendalikan Karhutla Bromo, Danrem 083/Bdj Satukan Langkah Lintas Instansi dalam Satu Komando

Table of Contents


PROBOLINGGO – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Bromo terus diperkuat melalui koordinasi lintas instansi. Komandan Korem 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan, S.Sos., M.M.S., M.Han., memimpin video conference (vicon) dan rapat koordinasi bersama unsur TNI-Polri, BNPB, BMKG, pengelola Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), pemerintah daerah, serta instansi terkait di Aula Hotel Bromo, Dusun Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Senin (10/8/2026).


Rapat tersebut menjadi langkah lanjutan untuk menyatukan data, mengevaluasi perkembangan penanganan, sekaligus memastikan setiap unsur bergerak dalam pola operasi yang terpadu. Forum koordinasi juga membahas kesiapan personel, sarana pendukung, pemantauan titik api, hingga langkah pencegahan agar kebakaran tidak kembali meluas.


Danrem menegaskan, karakter kawasan Bromo yang luas dan memiliki medan sulit membutuhkan kerja bersama, bukan penanganan secara parsial. Karena itu, sinergi antara TNI, Polri, BNPB, BPBD, BMKG, TNBTS, pemerintah daerah, dan unsur teknis lainnya harus diwujudkan dalam satu sistem kerja yang jelas dan responsif.


“Penanganan kebakaran hutan harus dilakukan secara cepat, terpadu, dan berkelanjutan. Kita tidak boleh bekerja sendiri-sendiri. Semua unsur harus menyatukan langkah, memperkuat koordinasi, dan bergerak sesuai tugas masing-masing untuk mengendalikan situasi serta mencegah kebakaran meluas,” tegas Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus.


Selain membahas penanganan di lapangan, Danrem juga mendorong penguatan langkah preventif melalui edukasi kepada masyarakat, wisatawan, pelaku usaha, dan seluruh pihak yang beraktivitas di kawasan Bromo. Kesadaran bersama dinilai menjadi benteng penting untuk mencegah munculnya sumber api baru di kawasan konservasi.


Sebagai bagian dari penguatan penanganan, koordinasi juga diarahkan pada pembentukan dan penguatan Satgas Terpadu yang mampu bekerja secara cepat, terukur, dan berkelanjutan. Dengan dukungan data, pemantauan lapangan, serta kesiapan personel dan sarana, setiap perkembangan diharapkan dapat segera direspons sebelum menjadi ancaman yang lebih besar.


Danrem mengapresiasi seluruh unsur yang telah bekerja di lapangan dalam menghadapi karhutla Bromo. Menurutnya, soliditas dan gotong royong lintas instansi merupakan kekuatan utama dalam menjaga keselamatan masyarakat sekaligus melindungi kawasan konservasi yang menjadi aset penting bangsa.


“Saya mengapresiasi seluruh personel dan instansi yang terus bekerja di lapangan. Jaga soliditas, jangan lengah, dan terus berikan pengabdian terbaik. Bromo harus kita jaga bersama, bukan hanya saat terjadi kebakaran, tetapi juga melalui upaya pencegahan secara berkelanjutan,” pungkas Danrem. :::;

Posting Komentar