Dari Rumah Prajurit ke Pasar Nasional: Persit Bisa 2 Buktikan Karya Istri TNI AD Makin Mendunia
Malang (07/08/26) – Di balik kuatnya seorang prajurit, ada perempuan tangguh yang tak hanya setia mendampingi, tetapi juga mampu berkarya dan mandiri secara ekonomi. Semangat itulah yang akan kembali hadir dalam gelaran Persit Bisa 2, yang diselenggarakan pada 7–9 Mei 2026 di Jakarta.
Ajang ini menjadi ruang bagi anggota Persit Kartika Chandra Kirana dari seluruh Indonesia untuk menunjukkan bahwa kreativitas yang tumbuh dari lingkungan keluarga prajurit mampu menjelma menjadi kekuatan ekonomi yang nyata. Melanjutkan sukses Persit Bisa 1, kegiatan ini hadir dengan skala yang lebih luas dan semangat yang lebih besar.
Beragam produk unggulan hasil karya anggota Persit akan ditampilkan dalam bazar dan pameran UMKM. Mulai dari batik lukis dengan sentuhan seni tinggi, kain ecoprint ramah lingkungan, busana khas daerah, hingga berbagai produk fashion dan kerajinan tangan modern yang siap bersaing di pasar nasional.
Tak hanya menjadi tempat berjualan, Persit Bisa 2 juga menjadi panggung apresiasi. Melalui fashion show dan pertunjukan produk kreatif, karya-karya anggota Persit ditampilkan secara profesional, membuka peluang pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan kepercayaan diri para pelaku usaha.
Di sisi lain, nuansa budaya Nusantara turut dihadirkan melalui pentas seni dan musik daerah. Keberagaman ini tidak hanya memperkaya acara, tetapi juga memperkuat identitas budaya bangsa yang menjadi inspirasi dalam setiap karya yang ditampilkan.
Kisah inspiratif datang dari para anggota Persit Kartika Chandra Kirana PD V/Brawijaya yang kembali ambil bagian dalam ajang ini. Ny. Wisnu misalnya, berhasil mengangkat batik lukis menjadi karya eksklusif bernilai tinggi melalui sentuhan tangan yang penuh ketelitian.
Sementara itu, Ny. Ika Donatus membawa produk ecoprint yang tidak hanya unik, tetapi juga telah menembus pasar internasional—membuktikan bahwa produk dari lingkungan Persit mampu bersaing di kancah global.
Ada pula Ny. Heni dengan daster Malangan yang sederhana namun sarat identitas lokal, serta Ny. Rendi yang mengembangkan usaha tas dengan kualitas baik dan harga terjangkau bagi masyarakat luas.
Tak ketinggalan, Ny. Mita menghadirkan inovasi tas berbasis wastra yang memadukan nilai tradisional dengan desain modern, menjawab selera pasar masa kini.
Kehadiran mereka bukan sekadar meramaikan pameran, tetapi menjadi simbol bahwa dari lingkungan keluarga prajurit, lahir pelaku-pelaku usaha kreatif yang adaptif dan inovatif.
Lebih dari itu, Persit Bisa 2 menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi dan membangun jejaring usaha antar anggota. Di sinilah ide, pengalaman, dan peluang bertemu, membuka jalan bagi kolaborasi yang berkelanjutan.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan peran strategis perempuan dalam mendukung ketahanan ekonomi keluarga dan pembangunan nasional. Dengan berkarya, anggota Persit tidak hanya membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga, tetapi juga turut menggerakkan roda ekonomi masyarakat.
Masyarakat luas pun diajak untuk hadir dan menjadi bagian dari semangat ini. Dengan mengunjungi dan mendukung produk-produk UMKM Persit, publik ikut berkontribusi dalam mendorong lahirnya lebih banyak karya anak bangsa yang berdaya saing.
Persit Bisa 2 menjadi bukti bahwa dari rumah sederhana para prajurit, lahir karya-karya luar biasa yang siap menembus batas dan menginspirasi Indonesia. (*)


Posting Komentar