TNI Perkuat Pemulihan Komprehensif Pascabencana Melalui Program Trauma Healing

Table of Contents

 


Lumajang — Upaya pemulihan pascaerupsi Gunung Semeru tidak hanya fokus pada perbaikan fisik wilayah, tetapi juga pada kondisi psikologis para pengungsi—terutama anak-anak. Melalui pendekatan humanis, Babinsa Oro-oro Ombo Koramil 0821-14/Pronojiwo, Serda Yayat Sugiyat, melakukan pendampingan trauma healing bagi anak-anak pengungsi di tenda darurat SMPN 02 Pronojiwo, Jumat (28/11/2025).


Dengan metode interaktif dan permainan edukatif, Serda Yayat terlihat membaur tanpa sekat bersama anak-anak yang sejak bencana kehilangan ruang aman untuk bermain dan belajar. Kegiatan ini tidak hanya menghidupkan kembali suasana ceria, tetapi juga membantu mengurangi ketegangan emosional yang mereka alami setelah menghadapi situasi darurat.


Serda Yayat menegaskan bahwa pemulihan psikologis merupakan salah satu unsur penting dalam manajemen bencana. “Kami ingin memastikan anak-anak mendapatkan pendampingan yang tepat agar mereka pulih, tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara emosional. Kehadiran TNI harus mampu memberikan rasa aman dan kenyamanan,” ujarnya.


Pendekatan personal Babinsa ini disambut baik oleh para pengungsi dan relawan pendidikan yang melihat sendiri perubahan ekspresi anak-anak selama kegiatan berlangsung. Kehangatan dan perhatian yang diberikan menghidupkan kembali motivasi dan rasa percaya diri mereka.


Program trauma healing seperti ini menunjukkan peran aktif TNI yang tidak hanya bergerak dalam aspek penyelamatan dan penanganan fisik, tetapi juga hadir dalam fase pemulihan jangka panjang. Melalui pendampingan psikologis, TNI berharap proses adaptasi pengungsi—khususnya anak-anak—dapat berjalan lebih baik, sehingga mereka siap kembali menjalani aktivitas normal setelah masa tanggap darurat berakhir. (Penrem083)

Posting Komentar