Kasdim 0818 Hadiri Doa Bersama Hari Jadi ke-1265 Kabupaten Malang

Table of Contents


MALANG - Keheningan yang khusyuk menyelimuti Peringgitan Halaman Pendopo Agung Kabupaten Malang di Jalan KH. Agus Salim No. 7, Kota Malang. Di tengah hiruk-pikuk kesibukan pemerintahan, para pemimpin daerah sejenak menundukkan kepala, melepaskan segala atribut jabatan, dan bersimpuh dalam munajat kepada Sang Pencipta. (11/2025)


Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Malang yang ke-1265 tahun pada 2025 ini, Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0818/Malang-Batu, Mayor Czi Supaat, hadir mewakili Dandim 0818 untuk membersamai jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam kegiatan doa bersama.


Acara ini bukan sekadar ritual seremonial tahunan. Lebih dari itu, doa bersama ini menjadi momentum refleksi spiritual yang mendalam bagi seluruh elemen pimpinan di Kabupaten Malang. Usia 1265 tahun adalah perjalanan panjang yang penuh dinamika. Kehadiran Mayor Czi Supaat di tengah-tengah ulama, umara, dan tokoh masyarakat menunjukkan dukungan TNI yang senantiasa manunggal dengan rakyat, tidak hanya dalam kerja keras fisik, namun juga dalam ikhtiar batin.


"Di usia Kabupaten Malang yang semakin matang ini, kita tidak hanya butuh kekuatan fisik untuk membangun, tapi juga kekuatan doa. TNI AD, khususnya Kodim 0818, hadir di sini dengan harapan yang sama: memohon perlindungan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi seluruh warga Kabupaten Malang, terutama mereka yang masih membutuhkan uluran tangan," ungkap Mayor Czi Supaat.


Suasana kekeluargaan dan persatuan terasa kental saat lantunan ayat suci dan zikir bergema di Pendopo Agung. Perbedaan instansi melebur dalam satu tujuan mulia: mendoakan agar Bumi Kanjuruhan dijauhkan dari bencana dan masyarakatnya hidup dalam kemakmuran.


Sinergitas antara TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah yang terlihat dalam doa bersama ini menjadi simbol harapan. Bahwa di balik seragam dinas yang gagah, terdapat hati yang tulus melayani. Kegiatan ini menegaskan bahwa pembangunan Kabupaten Malang tidak hanya dibangun di atas pondasi beton, tetapi juga di atas pondasi spiritualitas dan kemanusiaan yang kokoh. (*)

Posting Komentar